Blog Sederhana

Saturday, October 14, 2017

Perbedaan Emesis Gravidarum dan Hiperemesis Gravidarum, Serta Gejalanya

Perbedaan Emesis Gravidarum dan Hiperemesis Gravidarum, Serta Gejalanya

Masa kehamilan adalah masa dimana diantaranya:
A. Terlepasnya Pada sel telur dari ovarium hingga kelahiran.
B. Terjadinya Kelahiran.
C. Penanaman zigot hingga terjadi kelahiran.
D Pembuahan dengan terjadinya penanaman zigot dalam rahim.
Penyakit Gastrointenstinal yang Sering Terjadi Pada Ibu Hamil
Pembahasan pada kali ini dimana penulis akan membahas sesuai pada judul artikel yaitu Perbedaan Emesis Gravidarum dan Hiperemesis Gravidarum, Serta Gejalanya. Apasih perbedaannya yuk kita pahami bersama sebagai berikut ini:

Perbedaan Emesis Gravidarum

Emesis Gravidarum adalah yang merupakan sebagaimana keluahan yang umum, yang dimana telah disampaikan pada masal kehamilan muda. Terjadinya kehamilan , menimbulkan perubahan hormonal pada wanita dikarenakan terjadinya peningkatan homone estrogen, progesterone, serta dikeluarkannya human chorionic gonadothrope (HCG) plasenta. Hormon-hormon inilah yang diduga menyebabkan emesis gravidarum.

  Terjadi sekitar 65-70% saja. Disertai muntah ringan, tetapi tidak mengganggu pada aktivitas sehari-hari. Gejala yang di alami pada emesis gravidarum adalah kepala pusing, terutama di pagi hari yang disertai dengan mual dan muntah hingga kehamilan berusia 4 bulan pada masa kehamilan.

Gejala Emesis Gravidarum

  • Dimasa kehamilan mengalami mual dan muntah dikeluhkan melewati 20 minggu pertama kehamilan.
  • Tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Tidak menimbulkan komplikasi patologis

Perbedaan Hiperemesis Gravidarum

Hipermesis Gravidarum adalah dimana pada masa kehamilan mengalami mual dan muntah dengan frekuensi serat gejala yang jenuh lebih parah daripada "morning sickness".
Gejala yang dialami

  • Mual dan muntah yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Mual dan muntah yang menimbulkan komplikasi (ketonuria, dehidrasi, hipokalemia, penurunan berat badan)
Mengenai morning sickness dimana mual dan muntah pada umumnya hanya berlangsung dalam kurun waktu 14 minggu pertama pada periode masa kehamilan dan juga padamumumnya dialami pada waktu pagi hari. namun, pada kasus ini hipermesis grabidarum akan mengalami mual dan muntah dapat berlangsung melebihi dari 14 minggu bahkan hingga sang bayi lahir.

  Gejalanyapun, dapat muncul sepanjang hari dan bukan saat di pagi hari saja. Adapun catatan pada penderita hipermesisi gravidarum, yang mengalami hal ini biasanya merasakan mual hingga 50 kali dalam sehari.


Derajat Hiperemesis Gravidarum

Derajat I

  1. Muntah yang dialami secara terus-menerus disertai dengan penurunan nafsu makan dan minum.
  2. Terdapar penurunan berat badan dan juga nyeri epigastrum,
  3. Frekuensi nadi meningkat hingga 100 kali permenit dan juga tekanan darah sistolik yang menurun.
  4. Pada pemerikaaan fisi, ditemukannya kondisi mata yang cekung, lidah kering, penurunan turgor kulit dan penurunan jumlah urin.
Derajat II
  1. Pasien memuntahkan semua yang dimakan dan diminum, berat badan cepat menurun, dan ada rasa haus yang hebat.
  2. Frekuensi nadi berada pada rentang 100-140 kali/menit dan juga pada tekanan darah sistolik kurang dari 80 mmHg.
  3. Pasien terlihat apatis, pucat, lidah kotor, kadang ikterus, dan juga ditemukannya aseton serta bilirubin dalam urin.
Derajat III
  1. Ditandai dengan muntah yang berkurang atau bahkan berhenti, namun kesadaran pasien menurun (dilirum sampai koma).
  2. Pasien dapat mengalami ikterus, sianosis, nistagrums, gangguan jantung dan dalam urin ditemukan bilirubin serta protein.
Itulah beberapa uraian mengenai Perbedaan Emesis Gravidarum dan Hiperemesis Gravidarum, Serta Gejalanya pada kesempatan ini dan Semoga bermanfaat.

 

Contact

Resources

Travel