Blog Sederhana

Tuesday, February 3, 2015

Perbedaan Penjara Di Indonesia Dengan Di Amerika Serikat



Lembaga pemasyaratakan (lapas) atau yang sering disebut dengan istilah penjara adalah tempat dikumpulnya orang-orang yang telah melakukan kegiatan kriminal (yang melanggar hukum). Narapidana adalah panggilan untuk orang-orang yang menginap di penjara.

Di penjaralah mereka mendapatkan pendidikan yang layak agar mereka sadar akan pentingnya hukum di negara ini.

Tidak selalu orang-orang dewasa yang menjadi pelaku tindak kriminal di seluruh dunia. Kerap sekali anak dibawah umur atau 18 tahun ke bawah pun turut ikut serta menjadi pelaku tindak kriminal. Dan yang seharusnya ada di penjara seluruh dunia adalah penjara anak dibawah umur dan orang dewasa.

Yang menjadi masalah di Indonesia adalah penjara untuk anak-anak dibawah umur terkadang masih dicampurkan menjadi satu dengan penjara orang dewasa. Walaupun ruangnya dipisahkan, tapi terkadang semua ruangan yang ada di penjara di buka pada hari-hari tertentu. Dan secara otomatis narapidana anak kecil akan bercampur bersama narapidana orang dewasa. Pengaruh negatif yang ditimbulkan dari narapidana menjadi “momok”. Karena, bisa jadi para narapidana dewasa memengaruhi akal pikiran polosnya para narapidana anak dibawah umur.
Penjara

Masalah lain juga yang ada di penjara Indonesia adalah tidak adanya pelajaran yang bisa diterima oleh para narapidana baik dewasa maupun anak kecil. Mungkin, masalah ekonomi yang masih menjadi kendala untuk membayar guru-guru untuk mengajar di penjara. Padahal anak-anak dibawah umur masih mempunyai hak untuk belajar.

Lain halnya di Amerika Serikat.  Penjara di Negeri Paman Sam ini lebih terjaga, terawat, terkondisi. Narapidana dibawah umur dan narapidana dewasa dipisahkan seperti selayaknya penjara yang profesional. Ruangan penjara yang lebih nyaman.

Di penjara anak-anak dibawah umur pun Amerika Serikat mempunyai puluhan guru yang memang sudah bekerja dengan pihak pemerintah untuk mengajarkan beberapa narapidana dibawah umur yang masih mempunyai hak untuk belajar. Para narapidana pun berhak bermain gadgetnya sekedar untuk mencari bahan-bahan referensi yang akan digunakan untuk proses belajar mengajar agar lebih bisa diterima oleh semua para narapidana.
Penjara

Ruangannya pun sudah disediakan sebuah mesin pendingin. Sangat berbeda dengan kepunyaan Indonesia.

Ayo. Bangkitlah Indonesia dari keterpurukan ekonomi, sosial, budaya, dan tentang semua hal.

 

Contact

Resources

Travel